Akademik: Karya Ilmiah Guru



ANALISA KORELASIONAL ANTARA  PENERAPAN LANDASAN IMTAQ PADA PROSES PEMBELAJARAN  DENGAN NILAI HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII DI MTS NEGERI BANGKO TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Azrul

Guru Mata Pelajaran IPA MTs Negeri Bangko

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara penerapan landasan imtaq dengan nasil belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri Bangko tahun pelajaran 2016/2017 dan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sampling. Sampel yang terpilih adalah kelas VIII D 27 siswa sebagai kelas eksperimen  dan kelas kontrol adalah kelas VIII B 27 siswa.  Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skor penerapan landasan imtaq  sebagai variabel X dan nilai hasil belajar sebagai variabel Y. Teknik analisa data adalah menggunakan angka indeks korelasi Product Moment (rxy)

Dari hasil tiga kali ulangan harian kelas sampel memperoleh rata-rata adalah 85,4 , sedangkan kelas kontrol adalah 77,6. dengan menggunakan teknik analisa korelasional Product Moment, diperoleh rhitung= 0,542 dan rtabel= 0,367 pada taraf signifikan 5% dan rtabel= 0,487 pada tarap signifikan 1%. Karena baik pada taraf signifikan 5% maupun taraf signifikan 1% rhitung lebih besar dari rtabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari penlitian ini adalah  tinggi rendahnya prestasi belajar IPA ada hubunganya/ dipengaruhi oleh tinggi rendah penerapan nilai dasar imtaq pada proses pembelajaran IPA.

Kata kunci : penerapan landasan imtaq merupakan petunjuk untuk berprestasi dalam belajar IPA

 

 

 

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

 

Dalam buku pedoman guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) (Kemendikbud, 2014) dijelaskan bahwa Kurikulum 2013 mengembangkan dua proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. Pembelajaran langsung adalah proses pendidikan di mana peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran langsung tersebut peserta didik melakukan kegiatan belajar mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis. Proses pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung, yang disebut dengan instructional effect.

Pada pedoman Umum Pembelajaran (Lampiran IV) dari Permendikbud RI Nomor 81A Tahun 2013 dinyatakan bahwa pembelajaran tidak langsung adalah proses pendidikan yang terjadi selama proses pembelajaran langsung tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus. Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap. Berbeda dengan pengetahuan tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaran langsung oleh mata pelajaran tertentu, pengembangan sikap sebagai proses pengembangan moral dan perilaku dilakukan oleh seluruh mata pelajaran dan dalam setiap kegiatan yang terjadi di kelas, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013, semua kegiatan yang terjadi selama belajar di sekolah, baik dalam kegiatan kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler terjadi proses pembelajaran untuk mengembangkan moral dan perilaku yang terkait dengan sikap.

Pembelajaran    langsung   dan   pembelajaran   tidak  langsung  terjadi secara

terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-3 dan KI-4. Keduanya, dikembangkan secara bersamaan dalam suatu proses pembelajaran dan menjadi wahana untuk mengembangkan KD pada KI-1 dan KI-2. Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-1 dan KI-2.

            Berdasarkan penjelasan Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam di atas peneliti meyakini bahwa keberhasilan belajar peserta didik tidak hanya diukur dari pengetahuan dan keterampilan tapi juga keberhasilan proses pengembangan nilai dan sikap, artinya selama proses pembelajaran setiap mata pelajaran, termasuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam nilai sikap spritual dan landasan imtaq harus terintegrasi

Kondisi yang ada sekarang ini di MTsN Bangko peneliti merasakan bahwa dalam proses pembelajaran IPA guru belum mempedomi petunjuk buku guru Ilmu Pengetahuan Alam sehingga kebanyakan guru IPA tidak  mengkondisikan suasana belajar yang dapat mengaktifkan dan membuat peserta didik  terlibat secara langsung penerapan landasan imtaq  dalam pembelajaran untuk  memahami konsep/materi pembelajaran IPA.

            Pembelajaran dengan pendekatan penerapan landasan imtaq    perlu diperhatikan adalah guru agar dapat membawa  peserta didik ke dalam situasi belajar yang dapat menghubungkan landasan imtaq sebagai motivasi bagi peserta didik untuk memahami materi IPA yang sedang dipelajari sehingga memperoleh prestasi belajar yang maksimal.

            Berdasarkan permasalahan dan harapan seperti yang dikemukakan di atas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “ Apakah terdapat hubungan penerapan  landasan  imtaq dalam pembelajaran IPA dengan hasil belajar peserta didik .

Dari perumusan masalah di atas  maka  tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan angka indeks korelasi antara penerapan  landasan imtaq dengan nilai hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPA di MTs Negeri Bangko semester genap tahun pelajaran 2016/2017.

 

 

 

 

 

 

KAJIAN TEORITIK

 

  1. Proses Pembelajaran IPA dalam Kurikulum 2013

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya ditekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.

Proses pembelajaran IPA di sekolah hendaknya mengacu pada Pedoman Umum Pembelajaran (Lampiran IV) dari Permendikbud RI Nomor 81A Tahun 2013 sebagai berikut. Secara prinsip, kegiatan pembelajaran merupakan proses yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi peserta didik menjadi kompetensi yang diharapkan.

Lebih lanjut, pembelajaran harus diarahkan untuk memfasilitasi pencapaian kompetensi yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum agar setiap individu mampu menjadi pebelajar mandiri sepanjang hayat, dan pada gilirannya mereka menjadi komponen penting untuk mewujudkan masyarakat belajar. Kualitas lain yang dikembangkan kurikulum dan harus terealisasikan dalam proses pembelajaran antara lain kreativitas, kemandirian, kerja sama, solidaritas, kepemimpinan, empati, toleransi dan kecakapan hidup peserta didik guna membentuk watak.

Untuk mencapai kualitas yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum, kegiatan pembelajaran perlu menggunakan prinsip yang: (1) berpusat pada peserta didik, (2) mengembangkan kreativitas peserta didik, (3) menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, (4) bermuatan nilai, etika, estetika, logika, dan kinestetika, dan (5) menyediakan pengalaman belajar yang beragam melalui penerapan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, efisien, dan bermakna. Di dalam pembelajaran, peserta didik didorong untuk menemukan informasi, mengecek informasi baru, mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan dengan yang sudah ada dalam ingatannya, dan melakukan pengembangan menjadi informasi atau kemampuan yang sesuai dengan lingkungan, tempat dan waktu ia hidup.[1]

 

  1. Pembelajaran IPA yang Berlandaskan Nilai Dasar Imtaq

Dalam pembelajaran yang disertai dengan dasar Imtaq yang melandasi setiap konsep-konsep yang ada. Hal ini diharapkan dapat menghilangkan dikatomi antara ilmu dan agama. Sebenarnya segala ilmu yang ada di alam raya ini bersumber pada Al-Qur’an. Karena manusia dengan akalnya yang lebih, harus menyelidiki proses pembuatan alam sejak awal terbentuknya, bagaimana terbentuknya seluruh komponen alam itu, bagaimana komponen itu bekerja, apa yang menyebabkan komponen itu rusak, dan sebagainya. Ternyata tugas tersebut banyak disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 164.

         “ Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di lautan membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan di langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah matinya dan Dia sebarkan di bumi ini segala jenis hewan dan perkisaran angin dan wan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh ( pada yang demikian itu) terdapat tanda-tanda bagi kaum yang (mau) memikirkan tugas dirinya”.

Kata “tanda-tanda” pada akhir ayat itu adalah kata lain dari rahasia atau petunjuk-petunjuk rahasia ciptaan-Nya. Ayat tersebut manusia tugas khusus menyelidiki rahasia penciptaan  ruang (langit) dan benda (bumi) rahasia pergantian siang dan malam (waktu), teknologi transportasi (bahtera yang berlayar), rahasia penciptaan makhluk hidup, rahasia cuaca dan iklim, rahasia hukum gerak , ruang angkasa (dikendalikan antara langit dan bumi). Dari ayat itu dapat kita lihat dengan jelas bahwa Al-Qur’an itu mendasari seluruh ilmu pengetahuan dan teknologi. (Departeman Agama RI, 1997).

  1. Hubungan Nilai-nilai Imtaq (Ilmu Al-Qur’an) dengan Ilmu Pengetahuan Alam

Dalam konteks pembelajaran sains (IPA) pada lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam rangka integrasi iptek dan imtaq, Fazlur Rahman (1982: 130-131), menyarankan perlu dilakukan dengan cara: Pertama, dengan menerima ilmu pengetahuan (sains)  yang sekuler modern sebagaimana telah berkembang secara umum di Barat dan mencoba untuk”mengislamkannya” dengan cara mengisinya dengan konsep-konsep tertentu dari Islam. Kedua, dengan cara mengabungkan atau memadukan ilmu pengetahuan modern dengan ilmu pengetahuan keislaman tradisional yang diberikan secara bersama-sama di suatu lembaga pendidikan Islam.[2]

Ilmu Alam berkenaan dengan studi apa yang ada di dalam alam, seperti planet-planet, tumbuhan, air, dan lain-lain. Karena obyek-obyek tersebut diperuntukkan demi keuntungan manusia, maka studi ilmu alam memungkinkan manusia akan dengan cara yang paling baik. Berdasarkan tujuan seperti ini, studi obyek-obyek alam dianggap sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah yang di dalam Al-Qur’an dipandang sebagai jalan menuju iman kepada Allah. Tujuan untuk mencapai iman kepada Allah inilah yang mengacu kepada pengakuan, bahwa mempelajari obyek-obyek alamiah itu harus mempunyai yang suci bersih.[3]

  1. Hipotesis

            Berdasarkan kajian teoritik yang telah diuraikan diatas, maka sebelum melakukan perhitungan angkan indeks korelasi terlebih dahulu peneliti rumuskan  hipotesis penelitian yang terdiri dari Hipotesis Alternatif (Ha)  dan Hipotesis Nihil (Ho) sebagai berikut:

Ha   : “Ada korelasi positif yang signifikan antara penerapan landasan imtaq (variabel X) dan nilai hasil belajar mata pelajaran IPA (variabel Y)

Ho  : “Tidak ada korelasi positif yang signifikan antara penerapan landasan imtaq (variabel X) dan nilai belajar mata pelajaran IPA (variabel Y)

 

 

METODE PENELITIAN

  1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode ini dipilih peneliti karena data penelitian ini berupa angka-angka (kuantitatif) yaitu hasil penilaian sikap spritual yang telah dikonversikan dalam bentuk angka dan hasil tes kemampuan peserta didik (nilai hasil belajar)

  1. Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII MTs Negeri Bangko semeter genap tahun pelajaran 2016/2017. Untuk menentukan sampel pada penelitian ini digunakan teknik Random Sampling. Sampel yang terpilih adalah kelas VIII D 27 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C 27 peserta didik sebagai kelas kontrol.

  1. Teknik pengumpulan data

            Teknik pengumpulan adalah melalui angket dan tes (ulangan harian).

  1. Angket

Angket digunakan untuk mengetahui nilai penerapan landasan imtaq dengan mengajukan beberapa pertanyaan  seperti  ditulis pada lembar penilaian berikut:

 

Lembar Penilaian Landasan Imtaq

Petunjuk:

  1. Bacalah pertanyaan yang ada di dalam kolom dengan teliti
  2. Berilah tanda cek (v) sesuai dengan kondisi anda selama belajar IPA

 

Nama Peserta Didik     :

Kelas                           :

No

Pertanyaan

TP

KD

SR

SL

1

Saya berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran IPA

 

 

 

 

2

Saya semakin yakin dengan keberadaan Allah setelah mempelajari ilmu pengetahuan alam (IPA)

 

 

 

 

3

Saya selalu membaca ayat suci Al-Qur’an sebelum kegiatan belajar mengajar mata pelajaran IPA

 

 

 

 

4

Saya semakin yakin bahwa dengan membaca Al-Qur’an dapat memberi petunjuk dan mempermudah saya memahami mata pelajaran IPA

 

 

 

 

5

Setelah saya  membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an yang  berkaitan  dengan  mata pelajaran IPA saya merasa  mendapat dorongan/ termotivasi  untuk belajar IPA dengan  sungguh-sungguh untuk mendapat  hasil belajar yang baik

 

 

 

 

 

[1] Kemendikbud, Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs (Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, Jakarta, 2014)

[2] Syaifuddin Sabda, Model Kurikulum Terpadu Iptek dan Imtaq (PT. Ciputat Press Group, Ciputat, 2006)

[3] Abdurrahman Saleh Abdullah, Teori-teori Pendidikan Berdasarkan Al-Qur’an( PT Rineka Cipta, Jakarta, 2005),hal. 189

 

Keterangan :    TP = tidak pernah  (skor = 1)

                        KD = kadang-kadang (skor = 2)

                        SR = sering (skor = 3)

                        SL = selalu (skor = 4)

                                               

  1. Lembaran tes

            Tes dilakukan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Bentuk soal yang digunakan adalah pilihan ganda 10 butir dan urian 5 soal

  1. Teknik Analisa Data

            Sesuai dengan jenis penelitian analisa data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik korelasi Product Moment (r). karena pada penelitian meneliti hubungan antara dua variabel, periabel 1 dilambang dengan X dan variabel kedua dilambngkan dengan Y maka angka indeks korelasinya dilambangkan dengan “rxy” dengan rumus sebagai berikut:

                            ∑ xy

            rxy  =    ---------------

  1. SDx.SDy

rxy           = Angka indeks korelasi  antara variabel X dan variabel Y

∑ xy    = Jumlah dari hasil perkalian deviasi skor-skor variabel X (yaitu:x) dan   deviasi dari skor-skor variabel Y (yaitu:y)

N         = Number of Cases

SDx       =  Deviasi Standar Variabel X

SDy      = Deviasi Standar Variabel Y

 

 

 

 

 

 

HASIL  PENELITIAN

  1. Deskripsi Data

            Berdasarkan teknik  pengumpulan data yang telah dilakukan terhadap dua variabel, diperoleh data tentang  skor nilai dasar imtaq (variabel X) dan nilai hasil belajar peserta didik (variabel Y)  sebagai berikut, seperti yang dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1.  Skor Nilai Dasar Imtaq dan Nilai Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA    27 Peserta  Didik  Kelas VIII D  Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017

No. Urut

Nama

Peserta Didik

Skor Nilai Dasar Imtaq (X)

Nilai Hasil Belajar

(Y)

1

Alfi Rahma

80

80

2

Alfin Ardana

85

90

3

Bella Monica

90

90

4

Cantika Clara

90

90

5

Davi Alfarizi

85

80

6

Deli Meliana

85

80

7

Deri Chaniago

85

90

8

Dewinta Ayu

85

85

9

Geri  Hidayatullah

85

85

10

Habib Almuqori

80

80

11

Husnul Khotimah

85

85

12

Imam Alfaruq

80

75

13

Izatin Nisa

80

75

14

Jihan Azizah

90

85

15

Mutiara Wahyuni

80

80

16

Niswatun K

85

90

17

Nur Madiah

90

90

18

Nurul Fadhila

90

80

19

Rafqi A

80

75

20

Rahmawati

90

90

21

Rd. Nizar

90

80

22

Salsabila Wirani

85

90

23

Selvia Agnes

85

80

24

Siti Solha

85

80

25

Tiara Putri

90

80

26

Wanda Maharani

85

80

27

Wilya Mei Shelly

85

80

 

            Setelah dilakukan analisa dengan teknik korelasi Product Mment diperoleh  angka indeks korelasi (rxy  atau rhitung) = 0,542

  1. Pengujian Hipotesis

            Pengujian hipotesis bertujuan untuk mengetahui apakah dalam pembelajaran IPA  ada korelasi (hubungan)  yang signifikan antara penerapan nilai dasar imtaq dengan hasil belajar.

            Hasil perhitungan angka indeks korelasi  diperoleh thitung = 0,542. Interpretasi secara kasar/sederhana menunjukkan bahwa dari perhitungan di atas ternyata angka indeks korelasi variabel X (penerapan nilai dasar imtaq) dan variabel Y (hasil belajar) tidak bertanda negatif, artinya antara dua variabel tersebut terdapat korelasi positif (korelasi yang berjalan searah).  Dengan memperhatikan besarnya rxy  atau rhitung = 0,542 yang besarnya berkisar antara 0,40 - 0,70 berarti korelasi positif antara variabel X dan variabel Y itu adalah termasuk korelasi positif yang sedang. Selanjutnya interpretasi dengan menggunakan Tabel Nilai “r” : df = N - nr = 27 – 2 = 25. Dengan memeriksa Tabel Nilai “r” Product Moment ternyata bahwa dengan df sebesar 25 pada taraf signifikan 5% diperoleh ttabel = 0,381 dan pada taraf signifikan 1 % diperoleh ttabel = 0,487. Karena baik pada tarap signifikan 5% maupun 1% rhitung > ttabel maka Hipotesis nihil (Ho) ditolak, sedangkan Hipotesis alternatif (Ha) diterima, berarti bahwa baik pada taraf signifikan 5% maupun 1% itu memang terdapat korelasi positif yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. Kesimpulan tinggi rendahnya nilai hasil belajar ada hubungannya/dipengaruhi oleh tinggi rendahnya penerapan nilai dasar imtaq, sekalipun korelasinya sedang.

  1. Pembahasan

            Pembahasan penelitian analisa korelasional ini  diawali dengan pelaksanaan pembelajaran IPA (materi Indra Penglihatan dan Alat Optik) terhadap dua kelas sampel, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, dari hasil ulangan harian yangdilkukan terhadap kedua kelas tersebut diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 85,4 sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 77,6.

Nilai rata- rata kelas ekperimen lebih tinggi dari kelas kontrol hal ini disebabkan dalam pembelajaran terhahap kelas ekperimen dilakukan penerapan landasan imtaq sebagai usaha guru untuk memotivasi peserta didik agar mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh yaitu dengan membaca Al-Qur’an dan Terjemahannya yang berkaitan dengan Indra Penglihatan dan Alat Optik   yaitu QS. At-Tahrim: 8, QS. An-Nur: 35, 44,dan QS. An-Nahl: 78). Berdasarkan hasil angket, peserta didik menyatakan bahwa setelah  membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an yang  berkaitan  dengan  materi pelajaran  merasa  mendapat dorongan/ termotivasi  untuk belajar IPA dengan  sungguh-sungguh untuk mendapat  hasil belajar yang baik.

            Analisa korelasional menunjukkan bahwa  baik pada tarap signifikan 5% maupun 1% rhitung > ttabel maka antara penerapan nilai dasar imtaq dengan nilai hasil belajar pada pembelajaran mata pelajaran IPA memang terdapat hubungan yang positif dan meyakinkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

  1. Kesimpulan

            Berdasarkan pengujian hipotesis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif dan signifikan antara penerapan  landasan imtaq terhadap hasil belajar peserta didik pada pembelajaran materi Indra Penglihatan dan Alat Optik (Mata Pelajaran IPA) kelas VIII D Semester Genap MTs Negeri Bangko Tahun Pelajaran 2016/2017. Hasil belajar kelas eksperimen rata-rata 85,4 dan kelas kontrol 77,6. Dari pengujian kebenaran atau kepalsuan dari hipotesis menunjukkan bahwa  baik pada tarap signifikan 5% maupun 1% rhitung > ttabel berarti kemampuan peserta didik untuk memahami materi mata pelajaran IPA ada hubungannya/dipengaruhi oleh pembelajaran dengan  penerapan landasan imtaq.

  1. Saran

            Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, diharapkan kepada rekan guru khusus guru mata pelajaran untuk dapat penerapkan pembelajaran yang berlandaskan imtaq. Bagi peneliti lain yang tertarik dengan penerapan landasan imtaq dalam proses pembelajaran pada materi atau pokok bahasan lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Departemen Agama RI, 1997. Buku Pedoman Guru Madrasah Tsanawiyah Kelas 1, 2, 3 Bernuansa Islam Dengan Pendekatan keterampilan Proses, Fisika. Jakarta: Departemen Agama RI.

 

Unao, Hamzah B, Sartika Koni, 2012. Assessment Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

 

Dirman, Cicih Juarsih, 2014. Pengembangan Potensi Peserta Didik. Jakarta: PT Rineka Cipta

 

Hanafiah, Nanang, Cucu Suhana, 2010. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Radiaka Aditama.

 

Iskandar, 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). Jakarta: Gaung Persada Press.

 

Kemendikbud, 2014. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta:Kemendikbud.

 

Nata, Abuddin. 2009. Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana

 

Sabda, Syaifuddin. 2006. Model Kurikulum Terpadu Iptek dan Imtaq. Ciputat:PT. Ciputat Press Group.

 

Saleh Abdullah, Bdurrahman. 2005. Teori-teori Pendidikan Berdasarkan Al-Qur’an. Jakarta: PT Rineka Cipta

 

Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

 

Sudijiono, Anas. 2008. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

 

Thaib BR, Amin et al, 2007. Model Pembelajaran pada Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Bunga Rampai Karya Tulis Ilmiah. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Biodata

 

Nama                                       : Drs. Azrul, S.Ag

TTL                                         : Kungkai 9 Januari 1968

NIP                                         : 196801091994011002

Pangkat/Gol                             : Pembina (IV/a)

Jabatan                                    :  Guru MTs Negeri Bangko

Alamat                                     :  Jl. Bangko Sei Manau, RT. 15 Dusun Kebun Nanas Desa Kungkai

 


 

Halaman ini diakses pada 23-11-2019 00:57:42 wib
Diproses dalam waktu : 0.327 detik
Diakses dari ip address: 3.93.75.242
Copyright © 2018 Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi - Allright Reserved