
MTsN 1 Merangin, (10/9/2026)_Rangkaian Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Terintegrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di MTsN 1 Merangin memasuki hari kedua, Sabtu (5/9/2026). Setelah mendapatkan penguatan konsep dan motivasi pada hari pertama, seluruh peserta kembali mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan fokus pada penyusunan produk pembelajaran.
Pada hari kedua, peserta mendapatkan materi utama tentang penyusunan Kurikulum Madrasah Berbasis Cinta, yang dilanjutkan dengan analisis Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), serta penyusunan modul ajar Kurikulum Berbasis Cinta yang terintegrasi dengan Pembelajaran Mendalam.
Materi disampaikan secara langsung oleh Dr. Muhammad Sidik, M.Pd. Narasumber tidak hanya memberikan pemahaman secara teoretis, tetapi juga membimbing peserta secara aplikatif sehingga guru dapat menyusun modul ajar secara nyata, terarah, dan tuntas.

Dalam sesi praktik, seluruh guru mata pelajaran bergabung bersama kelompok mata pelajarannya masing-masing. Mereka bekerja sama menyusun satu modul ajar terintegrasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam berdasarkan materi yang telah dipelajari dan dicontohkan oleh narasumber.
Suasana workshop semakin aktif ketika peserta mulai menuangkan hasil pemahaman mereka ke dalam produk ajar. Setiap kelompok berdiskusi, menganalisis CP dan TP, menentukan kegiatan pembelajaran, serta mengintegrasikan nilai-nilai CINTA dan prinsip pembelajaran mendalam ke dalam modul yang disusun. Narasumber antusias melihat kesungguhan seluruh peserta. Beliau memberikan arahan, pendampingan, serta masukan terhadap modul yang sedang dikerjakan sehingga para guru tidak hanya memahami konsep KBC secara teori, tetapi mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang dapat digunakan dalam praktik pembelajaran di kelas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari workshop karena guru diberikan kesempatan untuk langsung mempraktikkan materi yang telah diperoleh hingga menghasilkan produk pembelajaran. Pada sesi terakhir workshop, narasumber memberikan apresiasi kepada peserta yang dinilai paling aktif selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ibu Zikra Romafitria, S.Pd. terpilih sebagai peserta teraktif Workshop Implementasi KBC Terintegrasi Pembelajaran Mendalam. Pemilihan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keaktifan, kesungguhan, dan partisipasi peserta selama mengikuti kegiatan workshop dari awal hingga akhir.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara penutupan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin Bapak H. Khusaini, S.Ag., M.H., berkesempatan hadir secara langsung. Setelah pada hari pertama belum dapat hadir untuk membuka kegiatan, pada hari kedua beliau menyempatkan diri untuk hadir sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta. Dalam arahannya, beliau memberikan apresiasi atas terselenggaranya workshop yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru dan penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Selanjutnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin secara resmi menutup Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Terintegrasi Pembelajaran Mendalam.
Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dalam kegiatan, seluruh peserta mendapatkan sertifikat workshop. Sertifikat juga diberikan kepada panitia dan narasumber yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan selama dua hari.
Kepala MTsN 1 Merangin, Bapak Tri Sulistiyo, S.Pd., M.A., menyampaikan bahwa workshop telah terlaksana selama dua hari dengan muatan materi yang cukup padat, yaitu sebanyak 19 JP. Menurut beliau, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi saja, tetapi menghasilkan produk nyata yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran sehari-hari.
“Workshop telah dilaksanakan selama dua hari dengan muatan materi yang cukup padat, terhitung 19 JP. Mudah-mudahan hasilnya bisa berupa produk ajar, kemudian bisa diimplementasikan dalam pembelajaran sehari-hari sehingga memunculkan iklim belajar di madrasah yang menggambarkan Kurikulum Berbasis Cinta.”
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi harapan agar hasil workshop benar-benar memberikan dampak terhadap proses pembelajaran di MTsN 1 Merangin. Produk ajar yang telah disusun oleh masing-masing kelompok mata pelajaran diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam pembelajaran. Dengan berakhirnya workshop ini, MTsN 1 Merangin tidak hanya telah menyelesaikan sebuah kegiatan peningkatan kompetensi guru, tetapi juga telah memulai langkah konkret untuk menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, menggembirakan, dan penuh cinta. Semangat kolaborasi para guru selama dua hari menjadi modal penting dalam mewujudkan Kurikulum Berbasis Cinta yang hidup dalam praktik pembelajaran, bukan sekadar tertulis dalam dokumen kurikulum.
_Tim Humas
Redaktur_5g
|
30x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...